Jenis Puting Ibu Menyusui

Jenis Puting Ibu Menyusui

Jenis Puting Ibu Menyusui

Dari beberapa bentuk puting ternyata bisa menyulitkan ibu menyusui untuk memberikan ASI kepada
buah hatinya. Meski demikian semua Moms dengan berbagai bentuk puting bisa tetap menyusui dengan
baik asalkan posisi dan cara nya tepat. Bentuk puting sebenarya tidak berpengaruh pada proses
pemberian ASI karena buah hati menyusui dari payudara buakn dari puting saja. Namun puting yang
menonjol dan tidak terlalu besar memudahkan buah hati akan memposisikan mulut dan lidah buah hati
pada payudara sehingga bisa mendapatkan ASI lebih optimal.

Ada beberapa bentuk puting yang umum dijumpai pada ibu menyusui, berikut untuk beberapa bentuk
puting ibu menyusui
1. Puting terbenam
Bentuk puting seperti ini dibagi dua yaitu larva depressed nipple dan true depressed nipple. Jika
puting biasanya menonjol keluar maka jenis putting terbenam ini justru masuk ke dalam.
2. Puting normal
Puting normal tidak berukuran terlalu besar atau kecil dan terbenam. Jenis bentuk puting ini
akan tegang dan mengeras jika ada stimulasi.
3. Puting datar
Pada bentuk puting datar ini sebagian puting masuk ke dalam payudara. Beberapa kasus jenis ini
akan menonjol jika ada stimulasi menyusui.
4. Puting terlalu kecil
Bentuk puting ini biasa nya berdiameter lebih kecil dibanding ukuran normal yaitu sekitar 4 – 5
cm termasuk areola.
5. Puting terlalu besar
Bentuk puting ini berukuran besar dan puffy (bengkak) dibandingkan bentuk lainnya. Bentuk
puting ini juga memiliki daerah areola yang lebih besar.

Apapun jenis puting Moms akan tetap bisa menyusui, jadi Moms tidak perlu khawatir. Namun cobalah
berkonsultasi dengan dokter sebelum masa menyusui, dengan itu Moms akan segera mendapatkan
peratawan yang tepat agar tidak ada kendala pada saat proses menyusui.

Kembali Bekerja Setelah Cuti Melahirkan

Kembali Bekerja Setelah Cuti Melahirkan

Kembali Bekerja Setelah Cuti Melahirkan

Bagi Moms yang memiliki pekerjaan diluar rumah atau memiliki karir di kantor pasti akan merasa sangat
gelisah ketika Moms tahu bahwa masa cuti melahirkan akan segera berakhir. Itu artinya Moms harus
siap untuk kembali bekerja dan harus siap meninggalkan buah hati di rumah bersama dengan pengasuh.
Dengan memerah ASI Moms bisa bekerja dan Moms juga bisa terus memberikan nutrisi terbaik untuk
buah hati. Moms bisa meniggalkan ASI perah yang disimpan di dalam botol kaca ASI, Moms juga bisa
mempercayakan kebutuhan buah hati kepada orang yang sudah Moms percaya ketika sedang tidak
berada di rumah.

Berikut beberapa tips yang bisa Moms lakukan untuk terus bersemangat ketika Moms kembali bekerja
1. Persiapkan diri dengan matang
Hal pertama yang harus Moms lakukan adalah mempersiapkan diri sebaik dan sematang
mungkin untuk kembali ke kantor. Persiapan ini tidak hanya fisik tapi mental juga harus di
persiapkan. Jika fisik dan mental tidak di persiapkan dari jauh – jauh hari, makan Moms akan
mengalami kesulitan dalam menemukan semangat bekerja kembali.

2. Mencari dukungan suami dan keluarga
Dukungan dari semua keluarga terutama suami akan membuat Moms merasa lebih kuat untuk
meninggalkan buah hati di rumah selama dikantor. Tidak hanya Moms yang harus menerima
keadaan ini, suami juga harus siap dengan konsekuensi untuk pembagian waktu yang diberikan
oleh Moms ketika sudah kembali bekerja. Hal ini membutuhkan dukungan dan motivasi yang
sangat besar dari keluarga.

3. Pastikan komunikasi lancar
Moms sebaiknya menjalin komunikasi yang baik dan lancar dengan orang rumah termasuk pada
pengasuh buah hati. Buah hati mungkin akan ditemani oleh nenek atau baby sitter, maka sebisa
mungkin Moms menjaga komunikasi yang baik terkait dengan perkembangan buah hati saat di
tinggal Moms ke kantor. Dengan menjalin komunikasi yang lancar dengan orang rumah maka
Moms akan memiliki kepercayaan yang sangat tinggi meski buah hati jauh dari jangkauan.

4. Melatih buah hati minum ASI perah
Dua minggu sebelum Moms kembali bekerja sebaiknya sudah melatih dan membiasakan buah
hati untuk minum ASI perah dengan media apapun. Jangan memilih media yang bisa membuat
buah hati bingung puting. Ajarkan pengasuh untuk memberikan ASI perah agar buah hati
terbiasa dan tidak rewel.

5. Mengatur waktu dengan baik
Semuanya akan baik – baik saja dan berjalan dengan lancar ketika Moms yakin akan semuanya
meski Moms tidak dirumah. Meski begitu Moms harus tetap mengatur waktu dengan baik agar
tetap seimbang antara pekerjaan dan keluarga. Sehingga Moms bisa menjalankan kehidupan
pekerjaan dan keluarga dengan lancar.

Semoga dengan beberapa tips di atas bisa membantu ibu yang harus kembali lagi bekerja
setelah masa cuti melahirkan Moms akan berakhir.

Cara Menyimpan ASIP Yang Baik dan Benar

Cara Menyimpan ASIP Yang Baik dan Benar

Cara Menyimpan ASIP Yang Baik dan Benar

Semua ibu di dunia pasti menginginkan memberikan buah hatinya dengan ASI yang terbaik. Hal yang
paling disyukuri oleh Moms adalah jika ASI nya dapat keluar dengan lancar. Namun sebagai wanita karir,
Moms pasti agak kesulitan untuk memberikan ASI ke buah hati. Tapi Moms tidak perlu khawatir untuk
hal itu, Moms dapat memerah ASI dan menyimpan nya dengan baik dan benar.

Bagi Moms yang memiliki aktivitas banyak diluar rumah pasti mengharuskan untuk memerah ASI. Selain
cara memerah ASI Moms juga harus tau bangaimana caranya menyimpan ASI perah dengan benar loh.
Nah, untuk Moms yang masih belum paham dengan menyimpan ASI Perah dengan baik dan benar,
berikut cara yang bisa Moms lakukan untuk menyimpan ASI perah Moms dengan baik dan benar
 Segera simpan ASI perah ke dalam chiller atau Cooler Bag yang sudah diisi dengan Ice Gel dalam
waktu kurang dari satu jam setelah di pompa dari payudara.
 Berilah label tanggal dan waktu ibu memerah ASI agar bisa dengan mudah untuk diingat.
Sehingga ASI yang sudah di bekukan lama bisa diberikan pada buah hati terlebih dahulu.
 Simpan ASI perah Moms di botol kaca ASI dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan buah
hati untuk sekali minum, karena ASI yang tidak habis akan dibuang karena tidak baik jika ASI nya
disimpan kembali
 Jangan pernah mencampurkan ASI yang baru di perah dengan ASI yang sudah di bekukan
sebelum nya.
 Jangan mengisi ASI terlalu penuh pada botol kaca asi, sisakan ruang kosong karena pada saat di
bekukan ASI bisa memuai.

Semoga dengan beberapa cara di atas bisa membantu dan bermanfaat bagi para ibu menyusui untuk
menyimpan ASI perah nya dengan baik dan benar. Terus semangat untuk memberikan nutrisi terbaik
untuk buah hati dengan memberikan nya ASI eksklusif selama enam bulan dan diteruskan sampai usia
buah hati dua tahun ya, bahkan ketika Moms harus kembali untuk bekerja.

Manfaat Buah Kurma Bagi Ibu Menyusui

Manfaat Buah Kurma Bagi Ibu Menyusui

Manfaat Buah Kurma Bagi Ibu Menyusui

Buah kurma merupakan buah yang istimewa dan kaya akan manfaat. Pasalnya kandungan yang dimiliki
buah kurma memiliki fungsi seperti hormon oksitosin yang akan sangat membantu ibu yang sedang
menyusui untuk memperlancar ASI.

Manfaat buah kurma untuk ibu menyusui di dapat dari kandungan hormon oksitosin tersebut, yang akan
sangat bermanfaat bagi ibu menyusui. Karena kandungan dari buah kurma tersebut akan berfungsi
untuk memperlancar ASI. Bagi Moms yang sedang menyusui sebaiknya Moms banyak mengkonsumsi
buah kurma.

Salah satu manfaat Buah kurma bagi ibu menyusui dimana buah kurma sangat bermanfaat untuk
mencegah anemia atau kekurangan darah. Tak jarang Moms yang tengah menyusui mengalami anemia,
letih dan lesu. Yang seharusnya hal tersebut jangan sampai terjadi pada masa – masa menyusui. Maka
sangat dianjurkan bagi Moms untuk mengkonsumsi buah kurma ini.

Manfaat kurma bagi ibu menyusui, komposisi serta fungsi yang sangat mirip dengan estrogen. Fungsi
dari hormon estrogen sendiri adalah untuk fungsi tulang, kulit, rahim, dan payudara. Selain itu hormon
estrogen juga berfungsi untuk keseimbangan ion serta mineral yang ada di dalam tubuh dan lain
sebagainya.

Kandungan zat besi dan kalsium yang terdapat di dalam kurma dapat membantu proses pembentukan
gigi dan tulang buah hati, serta dapat meningkatkan berat badan buah hati melalui ASI yang dia terima
dari Moms. Sehingga tidak hanya Moms yang menjadi sehat dengan mengkonsumsi kurma. Buah hati
juga akan turut menerima dan merasakan manfaat dari buah kurma ini.

Dibalik rasanya yang nikmat, buah kurma ini bisa juga menjadi salah satu solusi untuk ibu menyusui
karena kaya nya akan manfaat. Jadi tetap semangat mengASIhi sampai buah hati umur 2 tahun ya Moms.

Kapasitas Lambung Buah Hati

Kapasitas Lambung Buah Hati

Kapasitas Lambung Buah Hati

Buah hati yang baru lahir hanya membutuhkan ASI saja untuk Menyokong kebutuhan asupan nya di 6 bulan kehidupan pertamanya. Moms bisa melihat seberapa besar tubuh buah hati namun Moms tidak
bisa mengukur seberapa banyak ASI yang di produksi oleh payudara. Tidak sedikit Moms yang ragu
apakah ASI yang dihasilkan oleh Moms setelah melahirkan sudah cukup atau belum untuk kebutuhan
buah hati. Apalagi jika buah hati sedang rewel, nangis dan minta untuk menyusu terus menerus.

Bagi Moms yang meragukan apakah ASI yang di hasilkan nya sudah bisa mencukupi kebutuhan buah hati
atau tidak, yuk kita lihat seberapa banyak sih kapasitas lambung buah hati sesuai umurnya.

a. Kapasitas lambung buah hati di hari pertama dan kedua
Ternyata kapasitas lambung buah hati di hari pertama hanya sekitar 5 – 7ml dan di hari kedua
hanya sekitar 12ml.
b. Kapasitas lambung buah hati di hari ketiga
Buah hati di hari ketiga membutuhkan ASI sekitar 22 – 27ml dengan sekali minum.
c. Kapasitas lambung buah hati di usia 1 minggu
Buah hati yang masih berusia satu minggu membutuhkan ASI sekitar 45 – 60ml dalam satu kali
menyusu atau membutuhkan sekitar 400 – 600ml ASI dalam satu hari nya. Di usia ini kebutuhan
buah hati meningkat karena adanya growth spurt yang pertama.
d. Kapasitas lambung buah hati di usia satu bulan
Di usia satu bulan kebutuhan ASI meningkat menjadi sekitar 80 – 150ml dalam sekali minum. Di
bulan pertama buah hati akan menyusu sekitar 8 hingga 12 kali dalam sehari atau setiap 1,5 jam
sampai 3 jam sekali. Diusia ini juga buah hati sudah pandai untuk menyusu.
e. Kapasitas lambung buah hti di usia enam bulan
Di usia enam bulan ini buah hati sudah mengenal MPASI namun ia masih tetap membutuhkan
ASI sekitar 720ml per hari nya. Diusia tujuh bulan kebutuhan ASI buah hati bisa mencapai 875ml
atau sekitar 93 persen dari total kebutuhan asupan gizi buah hati.
f. Kapasitas lambung buah hati usia 12 bulan (satu tahun)
Diusia ini kebutuha ASI buah hati menurun menjadi sekitar 550ml per hari nya. Di ulang tahun
pertama nya buah hati sudah bisa makan makanan padat seperti makanan orang dewasa.
Semakin bervariasi makanan yang Moms berikan maka semakin terpenuhi kebutuhan gizinya.

Jadi bagi Moms tidak perlu khawatir kalau ASI yang Moms hasilkan tidak akan mencukupi kebutuhan
buah hati. Berikan saja sesering mungkin sesuai dengan kebutuhan buah hati

4 Pantangan bagi Ibu Menyusui

4 Pantangan bagi Ibu Menyusui

Demi menjaga asupan ASI bagi buah hati, tentu Mom’s tidak hanya dituntut untuk mengkonsumsi
beberapa makanan yang dinilai baik bagi kesehatan. Tetapi juga ada beberapa pantangan yang harus
Mom’s perhatikan saat menyusui. Apa saja pantangan tersebut? Yuk, cari tahu Mom’s!
1. Merokok
Bagi Mom’s yang sedang menyusui, pantangan pertama yang perlu diketahui yaitu merokok.
Kandungan pada rokok seperti nikotin kemungkinan dapat tersalur kepada bayi melalui ASI
yang Mom’s berikan. Selain nikotin, asap rokok juga bisa terhirup oleh buah hati. Asap ini
tentunya juga tidak baik untuk kesehatan buah hati, ya. Mom’a perlu berkonsultasi kepada
dokter terkait terapi yang bisa dilakukan agar Mom’s bisa berhenti merokok demi kesehatan
buah hati.
2. Alkohol
Pantangan kedua yang perlu Mom’s ketahui yaitu minuman beralkohol. Alkohol ternyata
dapat mempengaruhi rasa dan aroma ASI. Tentu perubahan ASI ini akan mengurangi tingkat
konsumsi buah hati terhadap ASI Mom’s. Apabila tingkat konsumsi ASI buah hati menurun,
maka nutrisi dan gizi yang diterimanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sistem
organ pada tubuh. Sehingga akan berakibat pada kesehatan buah hati ya. Selain berakibat
pada kesehatan buah hati, ternyata beberapa studi mengatakan pola tidur buah hati juga
akan terganggu apabila Mom’s mengkonsumsi alkohol. Maka, hentikan mengkonsumsi
alkohol saat Bunda menyusui.
3. Kelebihan Kafein
Pantangan selanjutnya yaitu mengkonsumsi kelebihan kafein. Kafein tidak hanya dapat
Mom’s temukan pada kopi lho. Melainkan juga dapat ditemukan pada teh dan minuman
sejenis kola. Jika Mom’s mengkonsumsi kafein dengan jumlah yang banyak, maka ASI yang
Mom’s hasilkan juga akan mengandung kafein. Akibatnya, secara tidak langsung buah hati
ikut mengkonsumsi kafein dan mengganggu pola tidurnya. Dampaknya buah hati akan
terjaga lebih lama dari biasanya atau kesulitan tidur.
4. Buah dan Sayuran tertentu
Tahukah Mom’s ternyata beberapa buah dan sayuran yang Mom’s konsumsi, bisa
menyebabkan alergi pada buah hati? Sebab apapun yang Mom’s konsumi juga akan
dikonsumsi oleh buah hati, maka Mom’s perlu tahu adanya alergi pada tubuh buah hati.
Hentikan mengkonsumsi sayuran atau buah buahan tertentu jika buah hati menunjukkan
adanya perubahan kesehatan seperti diare, bintik pada kulit, atau rewel karena beberapa
sebab. Buatlah catatan tentang beberapa buah atau sayur yang memberikan efek alergi
pada buah hati agar Mom’s ingat selalu.
Nah, sudah dijelaskan beberapa pantangan bagi ibu menyusui. Bagi Mom’s yang masih melakukan
beberapa hal di atas, jangan lupa untuk berhenti ya. Sebab kesehatan Mom’s dan buah hati perlu
dijaga agar buah hati tumbuh sehat dan optimal.

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Memutuskan Puasa Saat Menyusui

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Memutuskan Puasa Saat Menyusui

Mom’s ingin menjalankan puasa saat menyusui? Beberapa hal perlu Mom’s perhatikan sebelum
memutuskan untuk berpuasa. Sebab ibadah puasa terutama di Bulan Ramadhan juga bisa diganti,
bukan? Tapi banyak pula kalangan Mom’s yang tidak ingin melewatkan momen dan berkah di bulan
tersebut. Lantas, hal apa yang perlu diperhatikan. Yuk, cari tahu dengan membaca penjelasan
berikut.
Ibu menyusui harus memperhatikan asupan gizinya. Saat tidak puasa pun Mom’s telah dituntut
untuk memiliki ASI yang penuh nutrisi dan bergizi. Apalagi memutuskan untuk berpuasa. Sehingga
sangat disarankan untuk tetap mengkonsumsi makanan yang cukup gizi dan seimbang agar buah hati
tidak kekurangan gizi. Selain itu Mom’s juga perlu memperhatikan kemampuan tubuh Mom’s.
Menyusui sang buah hati saja membutuhkan energi yang cukup banyak karena itu kalori yang
dibutuhkan Mom’s juga banyak. Terlebih jika Mom’s memutuskan untuk berpuasa. Mom’s harus
mampu memperkirakan apakah kalori makanan Mom’s cukup untuk dibagikan pada saat menyusui
dan beragam aktivitas lainnya saat berpuasa.
Selain mempertimbangkan kondisi Mom’s sendiri, Mom’s juga perlu mempertimbangkan kondisi
buah hati. Meskipun jumlah ASI yang diproduksi tubuh saat berpuasa tidak akan dipengaruhi atau
dengan kata lain sama, tetapi komponen ASI Mom’s mengalami perubahan lho. Meskipun
perubahan tersebut tidak menganggu pertumbuhan dan tetap aman bagi kesehatan buah hati. Nah,
dengan adanya perubahan komponen ASI tersebut tentunya membuat Mom’s harus
mempertimbangkan kondisi buah hati. Jika buah hati masih memiliki umur yang kurang dari 6 bulan
tentunya bayi membutuhkan komposisi ASI yang kompleks dan berkualitas baik. Selain itu, buah hati
pada usia tersebut memiliki intensitas menyusu yang lebih sering karena kebutuhan makanannya
hanya dicukupi melalui ASI. Keadaan ini tentunya berbeda, ya Mom’s dengan buah hati yang sudah
memasuki satu tahun.
Sebab kebutuhan nutrisi menjadi hal utama yang dipertimbangkan, maka pastikan Mom’s telah
berbelanja bahan makanan yang dibutuhkan sebelum Ramadhan. Ini berguna sekali agar di bulan
Ramadhan Mom’s tidak perlu capek belanja dan justru memiliki waktu istirahat yang cukup. Pastikan
pula Mom’s meminum air putih yang banyak agar tidak terjadi dehidrasi pada tubuh, ya. Hal penting
lainnya yaitu berkonsultasi kepada dokter sebelum memutuskan berpuasa. Dengan cara ini tentunya
dokter akan memberikan saran-saran untuk menjaga ASI dan kesehatan Mom’s serta si kecil. Jika
memungkinkan, biasanya dokter juga akan memberikan suplemen khusus penambah vitamin bagi
ibu menyusui. Jangan memaksakan diri jika memang dirasa tidak mampu ya Mom’s. Bagaimana pun,
kesehatan Mom’s mempengaruhi kesehatan buah hati juga.

5 Bahan Makanan yang Baik untuk Ibu Menyusui

5 Bahan Makanan yang Baik untuk Ibu Menyusui

Ibu menyusui bisa dibilang seperti layaknya mesin penghasil susu yang siap 24 jam. Selain siap,
Mom’s juga harus memastikan bahwa ASI yang diberikan memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi buah
hati. Dengan demikian, secara tidak langsung Mom’s dituntut untuk menjaga asupan gizi agar ASI
tetap berkualitas. Menjaga kandungan ASI bisa Mom’s lakukan dengan memperhatikan makanan
yang dikonsumsi lho. Ternyata beberapa bahan makanan bisa mencukupi kebutuhan nutrisi harian
Mom’s dan buah hati. Apa saja bahan makanan tersebut? Berikut penjelasannya.
1. Alpukat
Ibu menyusui pada umumnya akan mudah lelah karena kalori yang digunakan untuk
menyusui cukup banyak. Sedangkan aktivitas Mom’s tentunya cukup padat selain memberi
ASI buah hati. Maka dari itu, alpukat bisa menjadi makanan cepat santap yang bisa Mom’s
andalkan. Sebab alpukat mengandung lemak tak jahat yang mampu mencukupi kebutuhan
kalori. Tidak hanya lemak tak jahat, alpukat juga mengandung vitamin C, vitamin E, vitamin
K, dan potasium.
2. Kacang-kacangan
Makanan sehat lainnya yang mampu Mom’s andalkan yaitu kacang-kacangan. Bahan
makanan tersebut mengandung bermacam mineral seperti kalsium dan zink. Selain itu juga
mengandung vitamin K dan vitamin B. Kacang-kacangan juga bisa Mom’s gunakan untuk
mencukupi kebutuhan protein. Tetapi Mom’s harus benar cara mengolahnya ya. Tetap saja
dengan menggoreng kacang-kacangan tidak baik untuk kesehatan.
3. Jamur
Bahan makanan selanjutnya yaitu jamur. Jamur memiliki kandungan yang disebut beta-
glukan yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi Mom’s dan buah hati. Kandungan ini
mampu meningkatkan produksi ASI Mom’s. Jamur yang bisa Mom’s konsumsi misalnya
reishi, shitake, meitake, dan shimeji. Jamur tersebut merupakan jamur yang memiliki
kandungan beta-glukan paling banyak dari jenis jamur lainnya.
4. Sayuran Hijau
Sayuran hijau dipercaya mampu mencukupi kebutuhan nutrisi Mom’s dan buah hati karena
mengandung pitoestrogen. Tidak hanya baik untuk ASI Mom’s, sayuran hijau juga
memperbaiki pencernaan buah hati lho. Meski banyak rumor yang beredar bahwa sayuran
seperti brokoli dan kubis tidak baik untuk kesehatan, nyatanya itu terbukti tidak benar.
Tetap rajin mengonsumsi sayuran hijau, ya Mom’s. Agar buah hati tumbuh dan berkembang
optimal.
5. Kunyit
Kunyit memiliki sifat anti inflamasi yang mampu mencegah tubuh Mom’s dan buah hati dari
masalah penyakit. Dengan mengonsumsi kunyit baik secara langsung atau diolah, maka ASI
yang dihasilkan oleh Mom’s akan membentuk proteksi diri bagi tubuh buah hati pula. Selain
baik untuk ASI, kunyit juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati batuk. Jangan lupa
mengonsumsi kunyit untuk menjaga kesehatan buah hati ya.
Demikian beberapa bahan makanan yang dapat Mom’s konsumsi untuk menjaga asupan gizi dan
juga meningkatkan produksi jumlah ASI Mom’s. Dengan menjaga bahan makanan, maka buah hati
akan tumbuh dan berkembang dengan baik seperti harapan Mom’s.

Obat yang Diperbolehkan dan Dilarang Selama Menyusui

Obat yang Diperbolehkan dan Dilarang Selama Menyusui

Tahukah Mom’s ternyata selain saat mengandung, Mom’s juga memiliki beberapa pantangan obat
saat Mom’a memasuki masa menyusui. Hal ini tentunya dikarenakan kandungan obatnya yang dapat
bercampur pada ASI dan tidak baik untuk kesehatan buah hati. Oleh karena itu Mom’s perlu tahu
dong apa saja obat tersebut? Baca daftar lengkap obat yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan selama menyusui pada penjelasan di bawah ini.
Beberapa obat di apotek memiliki kandungan yang aman bagi ibu menyusui. Sehingga Mom’s tak
perlu khawatir jika memerlukan obat-obat tersebut. Apa saja obat itu, ya? Berikut daftar obat yang
diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.
 Paracetamol dan ibuprofen
 Antacid
 Laxative
 Asma
 Obat thrush
 Antikoagulan. Obat ini untuk mencegah adanya penggumpalan darah.
 Suntik corticosteroid.
 Vaksinasi
Obat tersebut memang aman bagi Mom’s. Tapi, demi kesehatan buah hati dan Mom’s sendiri,
jangan lupa untuk tetap berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter ya. Mungkin alergi atau macam
hal lainnya dapat menjadi pertimbangan dokter. Setelah mengetahui beberapa obat yang aman bagi
ibu menyusui, maka Bunda juga perlu tahu obat yang tidak diperbolehkan untuk Mom’s konsumsi
selama masa menyusui. Berikut daftar obat tersebut.
 Aspirin. Aspirin dapat menyebabkan buah hati memiliki beberapa gejala layaknya Sindrom
Reye. Gejala tersebut antara lain mual sampai muntah, sering mengantuk, dan iritasi yang
cukup parah.
 Kodein. Kodein ini merupakan painkiller yang biasanya ditemui. Tetapi obat ini berbahaya
bagi ibu menyusui. Mintalah dokter untuk menggunakan alternatif lainnya, Mom’s.
 Decongestan. Obat ini mengandung pseudoephedrine yang mampu mempengaruhi jumlah
produksi ASI pada ibu menyusui.
 Guaifenesin.
Ternyata, beberapa obat tidak diperbolehkan untuk ibu menyusui, ya? Selain obat yang telah disebut
di atas, Mom’s juga harus berkonsultasi mengenai obat yang memiliki kemungkinan buruk bagi ASI
atau kesehatan buah hati langsung. Biasanya beberapa obat juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi
secara bersamaan. Tentunya hal ini perlu adanya arahan dari dokter untuk mengetahuinya, kan.
Selama masa menyusui, Mom’s memang harus lebih hati-hati dalam mengonsumsi apapun begitu
juga terkait oabt-obatan. Sebab apa yang Mom’s konsumsi akan memberikan dampak pada
kesehatan serta tumbuh kembang buah hati.

Posisi Ternyaman Mom’s Saat Menyusui

Posisi Ternyaman Mom’s Saat Menyusui

Menyusui buah hati memang menjadi momen menyenangkan bagi Mom’s. Sebab itu Mom’s juga
perlu tahu posisi ternyaman Mom’s agar buah hati dapat menyusui dengan mudah. Ada berapa jenis
posis menyusui dan posisi mana yang menjadi pilihan Mom’s? Baca penjelasan lengkapnya di bawah
ini, yuk!
Memangku buah hati adalah cara umum ibu menyusui. Memangku ini dilakukan dengan
membaringkan buah hati pada pangkuan Mom’s. Mom’s bisa mencari kursi yang nyaman untuk
Mom’s duduk. Kemudian menyiapkan bantal atau bahan empuk sebagai alas buah hati berbaring.
Letakkan kepala buah hati dan topang kepalanya dengan lengan Mom’s yang sedikit di tekuk.
Barulah susi buah hati dengan mengangkatnya sedikit. Cara lain dalam posisi memangku juga dapat
Mom’s lakukan lho. Ini hanya berbeda pada cara menopang kepala buah hati. Mom’s bisa
menggunakan tangan Mom’s yang berbeda lawan dengan kepalanya untuk menopang buah hati saat
menyusu.
Posisi selanjutnya yaitu ketika buah hati sedang tidur di kasur. Mom’s juga dapat memilih posisi
menyusui buah hati dengan berbaring sambil memiringkan tubuh. Posisi ini dinilai paling mudah
karena biasanya buah hati akan tertidur setelah menyusui dan Mom’s tak perlu repot
memindahkannya karena telah tertidur di kasur. Mom’s cukup ikut berbaring di kasur, namun
dengan tubuh yang miring. Kemudian sejajarkan payudara Mom’s dengan mulut buah hati. Mom’s
juga bisa lebih santai dengan posisi ini dibandingkan dengan memangkunya.
Siapa sangka ternyata menyusui dengan berbaring terlentang juga bisa Mom’s lakukan? Jika Mom’s
benar-benar lelah, Mom’s dapat mencoba posisi menyusui tersebut. Caranya juga cukup mudah.
Mom’s tinggal tidur terlentang dan letakkan buah hati di atas tubuh Mom’s. Cara menyusui ternyata
mudah, ya Mom’s? Oleh karena itu jangan enggan menyusui karena badan capek, ya.
Bagi Mom’s yang memiliki bayi kembar tentu sedikit kesulitan dalam menyusuinya, bukan? Tenang,
Mom’s, Sebab Mom’a dapat mencoba posisi menyusui yang satu ini. Cari tempat duduk yang
nyaman untuk menyusui. Kemudian letakkan bantal atau alas yang empuk bagi si kembar. Setelah
itu minta tolong keluarga untuk meletakkan buah hati ke masing-masing lengan Mom’s. Dekatkan
buah hati ke payudara Mom’s agar dapat menyusu dengan baik.
Posisi terakhir merupakan posisi yang bisa dicoba saat buah hati sudah mampu duduk sendiri. Sebab
caranya yaitu dengan mendudukkan buah hati pada pangkuan Mom’s dan menghadap ke Mom’s.
Buah hati pun sudah dapat menyusu dengan nyaman pada posisi tersebut. Mudah, kan Mom’s?
Banyak posisi yang dapat dipilih saat menyusui agar Mom’s dan buah hati saling nyaman. Hal yang
perlu Mom’s perhatikan adalah tetap berhati-hati dalam memposisikan buah hati. Jangan sampai
salah posisi dan menyebabkan buah hati memiliki masalah misalnya pada pungung atau leher, ya
Mom’s.

DOWNLOAD APLIKASI BREASTMILK MANAGEMENT SEKARANG JUGA !

ALAMAT

Jalan Boulevard Selatan, Ruko Emerald Blok UC-11, Summarecon, Marga Mulya, Bekasi Utara, Kota Bekasi – Jawa Barat 17134

INFORMASI

KONTAK KAMI

  • marketing@bka.co.id

SOCIAL MEDIA

CHAT US

2018 © bka All Rights Reserved.