Peran Ayah ASI

Pada jaman dahulu, ketika seorang ayah ikut membantu menggantikan popok, membersihkan kotoran bayi atau memandikan si kecil dinilai sebagai hal yang tabu. Namun, sekarang jaman telah berubah. Seorang Ayah, harus siap membantu Ibu dalam merawat si buah hati dengan penuh kesadaran. Terutama perannya dalam mendukung program ASI eksklusi yang maksimal.

Sahabat asi tentu telah mengetahui bahwa produksi ASI sangat erat kaitannya dengan kondisi batin ibu. Ketika seorang ibu merasa cemas, tertekan dan takut, maka ASI yang dihasilkan akan lebih sedikit jika dibandingkan seorang ibu yang merasa bahagia, aman, tenang dan nyaman. Akibatnya, si kecil akan kekurangan ASI yang berujung pada kurangnya asupan gizi.

Peran ayah sangat penting dalam hal ini. Terutama dalam proses ibu menyusui, seorang ayah yang penuh kasih sayang dan perhatian terhadap ibu dan si kecil akan membuat ibu merasa tenang, terlindungi dan tentu lebih nyaman. Perasaan nyaman inilah yang akan termotivasi ibu dan akan berdampak pada produksi ASI yang lancar dan berlimpah.

Selain dalam hal menyusui, interaksi-interaksi yang dilakukan oleh seorang ayah tentu akan berbeda dengan interaksi yang dilakukan oleh ibu. Umumnya seroang ibu cenderung lebih komunikatif sementara ayah berinteraksi dengan cara menggendong atau melakukan permainan fisik. Dari sisi perkembangan sang buah hati, energi fisik yang besar milik ayah akan mengimbangi sentuhan lembut ibu dan membuat si kecil kaya akan pengalaman.