Penyebab ASI Tidak keluar

Sahabat ASI BKA, mungkin beberapa dari anda ada yang mengalami ASI yang tidak bisa keluar pasca melahirkan, sehingga kita khawatir karena tidak dapat memberikan hal terbaik disaat-saat buah hati kita baru menghirup kehidupan di luar dari kandungan kita. Perasaan sedih pasti kita rasakan.
Sahabat ASI tahukan anda bahwa penyebab ASI yang tidak keluar itu ada penyebabnya, faktor yang mempengaruhi tidak keluarnya ASI adalah faktor psikologi yang paling utama selain faktor fisik ibu tentunya. Jika salah satu dari kedua faktor tersebut mempengaruhi kita maka ASI pun akan terhambat. Efeknya bisa ASI yang diproduksi sedikit atau tidak keluar sama sekali.
Faktor fisik yang mempengaruhi tidak keluarnya ASI salah satunya adalah kurangnya asupan gizi sang ibu, faktor lainnya adalah masalah kesehatan fisik ibu. Setelah melahirkan, ibu mengalami banyak sekali perubahan baik fisik maupun psikologis, faktor perubahan inilah yang akan mempengaruhi kesehatan ibu. Selanjutnya adalah pengaruh hormon testosteron, hormon ini mempengaruhi jaringan kelenjar payudara. Sehingga hal ini mempengaruhi kesuksesan seorang ibu untuk menyusui bayinya.
Selain faktor fisik faktor yang mempengaruhi lainnya adalah faktor psikologis ibu, apa yang menyebabkan terjadinya faktor psikologis pada ibu?
Faktor yang menyebabkannya adalah pikiran-pikiran negatif seperti misalnya kita terlalu khawatir tidak bisa memberikan ASI kepada buah hati kita. Ketahuilah bahwa rasa nyaman dan bahagia dapat mengatasi permasalahan tersebut. Ibu harus yakin bahwa dirinya bisa menyusui, dan memang dibutuhkan kesabaran, dan sebaiknya ibu sering menyusui atau memerah asi dengan demikian kelenjar yang ada di payudara ibu menjadi biasa. Menyusui atau memerah ASI delapan kali dalam 24 jam akan menjaga produksi asi tetap tinggi pada masa-masa awal menyusui, khususnya empat bulan pertama.
Kemudian, terjadi kelainan endokrin ibu namun untuk yang satu ini jarang sekali terjadi. Demikianlah faktor-faktor yang menyebabkan tidak keluarnya ASI, walaupun ASI kita sedikit namun kita harus sesering mungkin memberikannya kepada anak kita karena dengan begitu kelenjar yang memproduksi asi di payudara menjadi biasa, dan tetap menyusui setiap dua sampai tiga jam sekali.