Gejala Bayi Kurang ASI

Ketika buah hati  tidak mendapat cukup ASI, maka ia akan memberikan sinyal-sinyal khusus atau yang disebut dengan gejala kurang ASI. Seperti misalnya, pipisnya hanya sedikit, mengeluarkan air kemih yang tampak mengandung “debu batu bata” dengan warna kemerahan, atau buang air besar kurang dari satu kali dalam sehari sesudah menyusu, dan mengakibatkan kecenderungan besar bayi mengalami masalah dengan kenaikan berat badannya.

Jika sahabat asi menjumpai tanda-tanda seperti di atas, maka ini adalah saat untuk sobat asi mengoptimalkan pemberian ASI pada buah hati. Segera bawa ke dokter apabila gejala tidak menghilang dan bahkan gejala menjadi semain serius, seperti:

  1. Buah hati tampak terus menerus lapar dan jarang terlihat puas sekalipun telah disusui
  2. Buah hati menjadi lemas dan tidak berminat menyusu sama sekali
  3. Mulutnya kering dan tidak berlendir.
  4. Kulitnya tetap tegang  dan kaku ketika sahabat asi dengan lembut mencubitnya, baik pada bagian lengan, kaki atau perutnya
  5. Mata, muka atau perutnya  berwarna kuning, kadanga juga kekuningan tampak pada telapak kaki.

Namun jika masalahnya adalah produksi ASI sahabat asi yang terbatas, maka upaya optimalisasi harus dilakukan. Segera konsultasikan pada ahli dan jika dibutuhkan Anda dapat mengikuti terapi atau mengkonsumsi ramuan dan obat tertentu. Pastikan bahwa buah hati menerima cukup ASI untuk tumbuh kembangnya.