Efek Negatif Video Games Bagi Anak

Perkembangan gadget dan video games saat ini semakin tinggi, sebagai orang tua kita harus bijak menyikapi hal ini. Bermain video games memang merupakan sebuah keasyikan tersendiri, bukan hanya untuk anak-anak namun kita sebagai orang dewasa juga mengalaminya.
Akan menjadi masalah jika anak terlalu sering bermain video games, bukan hanya alasan kesehatan yang menjadi alasan mendasar namun juga hubungan sosial dan emosinya juga akan terganggu.

Anak yang sering bermain video games cenderung kurang bergerak dan akan menyebabkan anak mengalami obesitas. Selain itu berlama-lama di depan televisi dan gadget akan merusak daya penglihatan anak. Bayangkan jika anak umur 2 tahun yang seharusnya melompat-lompat, duduk diam memainkan gadget orang tuanya, atau anak umur 5 tahun yang seharusnya bermain sepeda ditaman bersama teman-temannya menjadi duduk diam didepan televisi untuk bermain games, hal ini jelas akan mengganggu kemampuan motorik dan sensorik anak yang seharusnya
berkembang sesuai dengan usianya.

Banyaknya games yang mengandung unsur kekerasan juga sangat memprihatinkan dan menjadi perhatian serius bagi semua orang tua.  Kekerasan bukan hanya ditampilkan melalui adegan dalam video games namun juga melalui umpatan kasar yang di munculkan dalam video games, hal ini tentu menjadi masalah yang akan berefek pada prilaku dan tata bahasa anak yang akan mencontoh setiap adegan dalam video games itu. Anak akan berpikir bahwa setiap adegan dan perkataan yang ada dalam video games itu baik untuk dicontoh. Selain itu berlama-lama bermain video games juga akan mengganggu hubungan sosial anak, keterampilan sosialnya menjadi kurang terlatih dan akan berakibat dalam pergaulannya kedepan.

Oleh sebab itu kita sebagai orang tua harus bijak menanggapi hal ini, batasi waktunya bermain video games ataupun gadget dan selalu awasi serta berikan pengertian mana yang boleh dan tidak boleh dicontoh hingga anak mengerti, selain itu orang tua juga bertanggung jawab terhadap jenis games yang akan dimainkan oleh anak, jangan sampai games yang mengandung unsur kekerasan lolos dari pengawasan kita.