Menangkal Serangan Baby Blues

Halo Sahabat ASI BKA, senang bisa mulai menulis artikel di blog ini, salam kenal :)

Sahabat ASI pasti tau dong ya istilah yang sering dialami oleh sebagian ibu yang baru melahirkan, yap betul sekali serangan itu bernama baby blues. Nah Sahabat ASI kali ini kita akan membahas permasalahan seputar baby blues.

Sebenarnya apa saja sih hal yang mempengaruhi timbulnya baby blues itu ?

Sesuai dengan namanya, baby blues adalah perasaan tidak nyaman setelah melahirkan. Stress di duga telah menjadi hal yang mempengaruhi serangan baby blues kepada ibu yang baru melahirkan. Serangan baby blues ini mulai dirasakan oleh ibu setelah pulang dari rumah sakit pasca melahirkan, saat ibu mulai merawat bayinya diawal-awal sehabis melahirkan adalah waktu dimulainya serangan baby blues ini.

Mengapa demikian, karena beberapa hari setelah melahirkan kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh ibu akan menurun drastis. Sebaliknya, hormon prolaktin dan oksitoksin justru meningkat karena memproduksi air susu. Perubahan hormon inilah yang mempengaruhi emosi dan suasana hati para ibu. Selain hormon, perubahan fisik juga memicu timbulnya baby blues. Payudara membengkak, rasa sakit di rahim, dan sukar buang air bisa menyebabkan timbulnya perasaan tak nyaman. Namun kelelahan adalah pemicu utama baby blues.

Serangan ini dianggap terasa berat karena selain terjadi perubahan pada hormon dalam tubuh, ibu yang baru saja melahirkan juga butuh penyesuaian secara psikologis dengan apa yang terjadi saat ini pada dirinya. Perasaan tak lagi punya waktu untuk diri sendiri sering muncul dalam pikiran ibu, selain itu perhatian dan kasih sayang pasangan dan keluarga banyak tercurah pada sang bayi, sehingga menimbulkan perasaan yang tidak nyaman bagi ibu. Ditambah lagi jam tidur yang terganggu karena bayi menangis untuk ganti popok, menyusui, dll. Jika hal ini terjadi maka tangisan bayi anak terdengar sangat menjengkelkan.

Oleh karena itu ibu yang mengalami baby blues ini membutuhkan dukungan dari orang sekitar terutama suami, hal ini untuk menstabilkan emosinya. Peran suami sangat dibutuhkan saat ibu menyusui, ikut terlibat dalam kegiatan mengganti popok dan merawat bayi adalah cara yang jitu untuk mengurangi baby blues ini.

Perasaan ini sedikit demi sedikit akan menghilang. Dan umumnya baby blues ini akan hilang ketika bayi menginjak tiga atau empat bulan.

Cara mengatasi baby blues :

  1. Luangkan waktu untuk sendiri.
    Beritahukan suami dan keluarga untuk bergantian mengasuh dan merawat bayi, setelah itu ibu bisa melakukan aktifitas yang sudah lama tidak dilakukan, misalnya menonton televisi, merawat diri ke salon, jalan-jalan ke mall, dll yang sifatnya untuk relaksasi.
  2. Mendengarkan musik, membaca buku sambil menikmati secangkir teh atau kopi juga bisa dilakukan saat “Me Time”.
  3. Bisa juga pergi berdua dengan suami, sekedar makan malam atau menonton film di bioskop.
  4.  Istirahat yang cukup seperti tidur dengan nyaman
  5. Olahraga ringan seperti berenang atau sekedar ngobrol dengan keluarga agar membangun mood yang positif.
  6. Berpikir positif bahwa mengasuh dan merawat anak merupakan hal yang pasti bisa dilakukan oleh kita.

Sekian dulu ya sahabat asi pembahasan kita kali ini, sampai jumpa di artikel selanjutnya :)

Salam,  Sahabat ASI BKA