Baby Sudden Death Syndrom 2

Baby sudden death syndrom akan menunjukkan gejala tergantung pada berapa lama bayi meninggal. Biasanya bayi akan menunjukkan tanda kebiru-biruan pada bibir dan ujung jari, terjadi pengumpulan darah pada tungkai dan kaki yang nampak menyerupai luka memar. Denyut nadi dan pernafasan menghilang, dan popok bayi menjadi basah penuh dengan kotoran. Ketika sahabat asi menjumpai hal ini, maka segeralah bertindak dan berikan pertolongan.

Pertolongan pertama yang harus diberikan adalah menghubungi bagian gawat darurat rumah sakit. Apabila sahabat asi telah menguasai CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) bayi, maka segera dilakukan CPR sebelum paramedis datang.

Ketika tiba di rumah sakit, Oleh tim emergency sesuai pediatric advanced life support protocols yaitu penanganan dengan melakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Airway (Jalan Nafas)

  1. Buka jalan napas.
  2. Hisap cairan sekresi atau muntah.
  3. Masukkan alat bantu jalan napas.

Breathing (Pernapasan)

  1. Pemberian oksigen murni
  2. Pemberian napas buatan bila pasien tidak bernapas
  3. Lanjutkan pernapasan 10-12 kali per menit sampai pasien dapat bernapas

Circulation (Peredaran Darah)

  1. Pemeriksaan nadi karotis
  2. Lakukan kompresi
  3. Hentikan RJP setelah 1 menit atau 1-2 menit untuk memeriksa pernapasan spontan dan denyut nadi
  4. Lanjutkan RJP sampai pasien merespon dengan interval waktu minimal 30 menit

Pasang monitor EKG bila tersedia, kemudian lanjutkan RJP