Asi Eksklusif Untuk Ibu Bekerja

Kendala terbesar bagi sahabat asi sebagai wanita karir tentu saja manajemen laktasi. Namun bukan berarti ini menjadi penghalang dan tidak ada solusi yang dapat dilakukan.

Seringkali terjadi salah persepsi, banyak ibu yang berfikir untuk secara perlahan mengurangi pemberian ASI dan memberika susu formula sebagai selingan atau bahkan ganti ketika mendekati masa cuti habis, tujuannya tentu saja untuk membiasakan bayi agar tidak tergantung dengan ASI dan dapat menerima susu formula. Hal ini justru salah, karena pada masa inilah sahabat asi dapat memberikan ASI secara eksklusif.

Ketika telah memulai aktivitas bekerja kembali, sahabat asi pun dapat memanfaatkan perah asi untuk persediaan buah hati di rumah. Setelah memerah ASI sebelum bekerja, sahabat asi dapat melanjutkan untuk menyusui di malam hari, pagi hari sebelum berangkat kerja, atau kapanpun saat ibu berada di rumah.

Ketika di tempat kerja, perahlah ASI dua sampai tiga kali atau sekitar tiap tiga jam, sama seperti jam menyusui buah hati. Jangan lupa untuk memberi label kapan tanggal dan jam diperah untuk menghindari pemberian ASI yang sudah rusak pada si kecil.

ASI perah jika disimpan pada suhu ruangan 25-37 derajat dapat disimpan hingga empat jam. Sementara pada suhu di bawah 15 derajat misalnya pada cooler box bisa disimpan hingga 24 jam, sedangkan untuk penyimpanan di lemari pendingin dengan suhu 2-4 derajat ketahanan ASI dapat mencapai tiga hingga lima hari.